Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2011-2015

Tujuan Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RAD-PG) Nusa Tenggara Barat 2011-2015 adalah: (1) meningkatkan status gizi masyarakat dengan target penurunan prevalensi balita gizi buruk dan kurang menjadi 18.8 persen, dan penurunan prevalensi balita pendek dan sangat pendek menjadi 36.6 persen, serta menurunkan proporsi penduduk rawan pangan menjadi 10 persen pada tahun 2015, (2) mempertahankan dan meningkatkan produksi pangan berbasis kemandirian untuk menyediakan  ketersediaan energi perkapita minimal 2,200 kkal/hari, dan penyediaan protein perkapita minimal 57 gram/hari, (3) meningkatkan keragaman konsumsi pangan rata-rata perkapita untuk mencapai gizi seimbang dengan kecukupan energi 2,000 kkal/hari dan protein sebesar 52 gram/ hari dan cukup zat gizi mikro, serta meningkatkan keragaman konsumsi pangan dengan skor Pola Pangan Harapan (PPH) menjadi 84 pada tahun 2015, dan (4) meningkatkan keamanan dan mutu pangan yang dikonsumsi masyarakat dengan menekan dan meminimalkan pelanggaran terhadap ketentuan keamanan pangan.

 
Rencana aksi ini disusun melalui pendekatan lima pilar pembangunan pangan dan gizi yang meliputi: (1) perbaikan gizi masyarakat, terutama pada ibu pra-hamil, ibu hamil, dan anak melalui peningkatkan ketersediaan dan jangkauan pelayanan kesehatan berkelanjutan difokuskan pada intervensi gizi efektif pada ibu pra-hamil, ibu hamil, bayi, dan anak balita dua tahun, (2) peningkatan aksesibilitas pangan yang beragam melalui peningkatan ketersediaan dan akses pangan yang difokuskan pada keluarga rentan pangan dan miskin, (3) peningkatan pengawasan mutu dan keamanan pangan melalui peningkatan pengawasan keamanan pangan yang difokuskan pada makanan jajanan yang memenuhi syarat dan produk industri rumah tangga (PIRT) tersertifikasi, (4) peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) melalui peningkatan pemberdayaan masyarakat dan peran pimpinan formal serta non formal, terutama dalam perubahan perilaku atau budaya konsumsi pangan yang difokuskan pada penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal, perilaku hidup bersih dan sehat, serta merevitalisasi posyandu, dan (5) penguatan kelembagaan pangan dan gizi melalui penguatan kelembagaan pangan dan gizi di tingkat provinsi, dan kabupaten/kota, serta sampai tingkat desa.
 
Pemantauan pencapaian RAD-PG 2011-2015, berdasarkan indikator yang telah disusun dalam matriks pada dokumen ini akan difokuskan pada kegiatan yang sedang dilaksanakan agar secepatnya dapat diketahui kelemahan untuk segera diantisipasi. Sedangkan evaluasi dilakukan untuk mengetahui dampak kegiatan sesuai dengan rencana target yang telah ditentukan.