Strategi dan Rencana Aksi Ketahanan Pangan menghadapi Perubahan Iklim Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2011-2015

Badan Ketahanan Pangan (BKP) Provinsi Nusa Tenggara Barat dan United Nations World Food Programme (WFP) pada tahun 2010 telah bersama-sama mengembangkan Peta Ketahanan dan Kerawanan Pangan (FSVA) di tingkat kabupaten dan kecamatan sebagai alat pendukung untuk mengarahkan perencanaan pembangunan provinsi khususnya dalam bidang ketahanan pangan dalam konteks desentralisasi di Indonesia.

 
Meningkatnya dampak perubahan iklim yang meliputi perubahan pola hujan yang semakin tidak menentu, peningkatan suhu udara, meningkatnya kejadian bencana terkait iklim ekstrim, kekeringan, dan banjir, dikhawatirkan akan semakin memperburuk situasi masyarakat di wilayah-wilayah yang rentan terhadap kerawanan pangan. Hal ini merupakan tantangan serius bagi ketahanan pangan. Untuk itu, lebih besar dari sebelumnya, upaya bersama sangat diperlukan untuk melindungi dan memperkuat
penduduk yang rentan dalam mengatasi dampak dan beradaptasi terhadap perubahan iklim.
 
Buku Strategi dan Rencana Aksi Ketahanan Pangan Menghadapi Perubahan Iklim ini berisi strategi dan langkah konkrit yang perlu dan akan dilakukan untuk mewujudkan ketahanan pangan daerah dengan menjamin berjalannya secara baik subsistem ketahanan pangan yaitu: ketersediaan pangan, distribusi pangan, dan konsumsi pangan.