Diskusi Ahli Tanggap Bencana Gunung Sinabung Tentang Peningkatan Untuk Operasi Kedaruratan Di Masa Mendatang
Share
Published on 28 August 2014

Pengalaman tanggap darurat pada saat letusan Gunung Sinabung belakangan ini akan membantu para ahli tanggap darurat untuk membuat perencanaan yang lebih baik dalam memberikan bantuan untuk potensi bencana lainnya, seperti Gunung Slamet, hal ini  dikutip dari petinggi pemerintah Indonesia dan Program Pangan Dunia PBB (UN-WFP).

MEDAN – Pengalaman tanggap darurat pada saat letusan Gunung Sinabung belakangan ini akan membantu para ahli tanggap darurat untuk membuat perencanaan yang lebih baik dalam memberikan bantuan untuk potensi bencana lainnya, seperti Gunung Slamet, hal ini  dikutip dari petinggi pemerintah Indonesia dan Program Pangan Dunia PBB(UN-WFP).

Hal ini di akui pada lokakarya yang diselenggarakan oleh WFP dalam memetik “Pembelajaran Aspek Logistik selama fase Tanggap Darurat Gunung Sinabung” di Medan kemarin.

Pada lokakarya ini, para ahli tanggap darurat dari Pemerintah dan Lembaga-lembaga non-Pemerintah merefleksikan operasi penanggulangan bencana yang terjadi saat Gunung Sinabung meletus antara November 2013 dan Febuari tahun ini, yang berdampak pada 16 korban jiwa serta 32.000 jiwa pengungsi ke 43 titik evakuasi.

Sebagai tanggapan langsung terhadap bencana, WFP dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), didukung oleh U.S Office of Foreign Disaster Assistance (OFDA), meluncurkan program enam bulan di Kabupaten Karo untuk bersama-sama melaksanakan kegiatan bantuan bencana.

 “Setiap bencana bersifat unik; oleh karenanya sangat penting bagi kita untuk belajar dari masing-masing dengan teliti guna mengembangkan kesiap-siagaan dan perencanaan tanggap darurat yang lebih baik, "kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"BNPB sangat menghargai bantuan WFP selama operasi tanggap darurat Gunung Sinabung. Kami berharap untuk mempergunakan pengalaman yang kami kumpulkan selama operasi bantuan di Sinabung untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan tanggap darurat di masa mendatang."

Kegiatan bantuan di Sinabung mencakup pendirian pusat logistik dan pendukungan teknis operasional, serta pelaksanaan pelatihan dan pembinaan program untuk mendukung BNPB, BPBD Sumatera Utara dan staf BPBD Kabupaten Karo.

"WFP bangga telah mampu mendukung BNPB dan BPBD selama operasi pemberian bantuan di Kabupaten Karo," kata Nils Grede, Deputi Perwakilan WFP untuk Indonesia. "WFP secara berkesinambungan berupaya mendukung Pemerintah Indonesia dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan tanggap darurat, lokakarya ini adalah cara lain yang sangat baik untuk mengidentifikasi tantangan utama, kesenjangan dan prestasi dalam skema penanggulangan bencana negara saat ini. "

Terletak pada "cincin api", Indonesia terus menerus menghadapi letusan gunung berapi. WFP saat ini berkoordinasi dengan BNPB untuk memantau status Gunung Slamet, yang telah menunjukkan peningkatan aktivitas. Pembelajaran dari operasi bantuan Sinabung akan berharga untuk lebih mempersiapkan perencanaan tanggap darurat guna menghadapi potensi letusan gunung berapi lainnya seperti yang satu ini.

#                              #                                 #

WFP adalah lembaga kemanusiaan terbesar di dunia yang memerangi kelaparan di seluruh dunia. Rata-rata, WFP menjangkau lebih dari 90 juta orang dengan bantuan pangan di 80 negara setiap tahun.

Ikuti kami di Twitter @wfpindonesia
Dapatkan berita terbaru melalui halaman Facebook kami: www.facebook.com/wfp.indonesia

Untuk informasi lebih lanjut hubungi:

Marcellinus Winata Jerry, WFP/Indonesia, jerry.winata@wfp.org